Rabu, 21 September 2016

100 Poin, Misi Real Madrid Kudeta Juara dari Barcelona

Judi Bola Online - Seorang Ibu di Sumatera Selatan tega menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri hanya dipicu soal makanan. Kejadian memilukan itu terjadi pada Senin, 21/09/2016, di rumah keluarga tersebut di Desa Tanjung Muning, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Ibu sekaligus pelaku dalam peristiwa ini bernama Jumira, 36 tahun, sedangkan anaknya yang telah tewas Bernama Dilla , 7 tahun. Pada mulanya, sekira pukul 17.00 WIB, Dilla pulang dari main dan meminta makan kepada ibunya. Sang ibu kemudian mengambilkan anaknya itu sepiring nasi dengan lauk tumis kangkung dan tahu.

Rupanya Dilla tidak suka dengan lauk yang dimasak oleh ibunya itu, kemudian dia makan sambil menghentak-hentakan kakinya ke lantai rumah serta berkata mau makan dengan Ayam Goreng , kalau tidak ada ayam dia tidak mau makan “biar saja aku mati kelaparan “ujar dilla.

Entah kerasukan setan apa, Jumira naik pitam mendengar perkataan anaknya itu. Bahkan Jumira menantang anaknya, bila memang tidak mau makan mati saja kamu kata Jumira kepada anaknya. Sini kalau memang nak mati, aku bacok, Jawab Jumira setelah mendengar keluhan Dilla.

Ancaman Jumira ternyata tidak main-main, dipenuhi dengan perasaan marah terhadap anaknya,Jumira mengambil parang di dapur lalu dengan sadis membacokkan parang tersebut ke bagian Kepala dan perut Dilla, sebanyak empat kali. Dilla yang menerima serangan ibu kandungnya akhirnya tersungkur jatuh dan tewas di tempat.

Mendapati kegaduhan di rumah Jumira, para tetangga kemudian berdatangan ke rumah tersebut lalu menemukan Dilla sudah tewas berlumuran darah di tangan ibu kandungnya. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi, selang beberapa saat kemudian, petugas polisi dari Polsek Gunung Megang datang mengamankan Jumira beserta parang yang dipakai untuk membunuh anaknya.

Kepada petugas, Jumira mengatakan bahwa anaknya itu tidak bisa menerima kenyataan bahwa keluarga mereka adalah keluarga miskin yang tidak bisa memberikan makanan enak setiap hari. Dia mungkin pengen makan-makanan seperti KFC, namun mau bagaimana kami ini orang susah. Tapi mungkin dia tidak bisa menerima kenyataan itu kata Jumira.

Jumira juga bercerita bahwa Dilla sudah biasa bila marah atau kesal selalu makan sambil menghentak-hentakan kakinya ke lantai hingga membuat Jumira marah. Dia makan sambil marah dan menghentak-hentakan kakinya ke lantai rumah dan itu sudah sering dia lakukan di depan saya. pungkasnya.

Madrid untuk sementara melaju mulus sendirian di La Liga. Dua rival terberat Barcelona dan Atletico sudah kehilangan poin di laga-laga awal.

Di La Liga, kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal. Apalagi konsistensi terkadang menjadi modal berharga menuju tangga juara.

Demi target 100 poin, Real Madrid setidaknya harus menang 33 laga plus sekali imbang. Memang di empat musim terakhir, tim juara tak pernah rebut 100 poin di akhir musim.

Pada musim 2012/13, Barcelona mengoleksi 96 poin untuk gagalkan Madrid jadi juara dua musim beruntun. Sedangkan Atletico Madrid hanya koleksi 94 poin saat kukuhkan gelar juara di musim 2013/14.

Pada musim 2014/15 dan 2015/16, Barcelona juga hanya mengoleksi 92 dan 90 poin untuk merebut gelar juara La Liga. Pada 2011/12, Madrid juga bukukan rekor cetak 121 gol dalam semusim. Apakah itu terulang lagi musim ini?

Ujian berat bakal coba dihadapi Real Madrid saat menjamu Villarreal di Bernabeu dini hari nanti. Agen Judi Domino

0 komentar:

Posting Komentar